Tekhnik Membuka dan Menutup Pidato
A. Cara membuka pidato
Pembukaan pidato adalah bagian penting dan menentukan, kegagalan dalam membuka pidato akan menghancurkan seluruh komposisi dan persentasi pidato. Tujuan utama pembukaan pidato adalah membangkitkan perhatian, memperjelas latar belakang pembicaraan dan menciptakan kesan yang baik. Bagaimana cara membuka pidato dan berapa lama waktu yang dibutuhkan, sangat tergantung pada topik, tujuan, situasi, khalayak, dan hubungan antara pembicara dan pendengar.
Sebagai pedoman dalam membuka pidato, ada beberapa hal yang dapat dipilih diantaranya :
1) Langsung menyebutkan pokok persoalan. Komunikator menyebutkan hal yang akan dibicarakannya dan memberikan kerangka pembicaraannya. Cara ini biasanya dilakukan bila topik adalah pusat perhatian khalayak.
2) Melukiskan latar belakang masalah. Komunikator menerangkan sejarah topik, dan menyatakan masalah-masalah utamanya.
3) Menghubungkan dengan peristiwa mutakhir atau kejadian yang tengah menjadi pusat perhatian khalayak. Dengan menambatkan pembicaraan kepada fokus perhatian khalayak, kita mempunyai peluang yang baik untuk memasukan ide-ide kita dan menimbulkan kesan yang kuat.
4) Menghubungkan dengan peristiw yang sedang diperinati. Biasanya dilakukan dalan pidato untuk memperingati hari bersejarah, bangunan baru, atau orang besar yang sudah tiada. Cara ini dapat pula dipakai pada pesta kelahiran, perkawinan, selamatan, atau upacara kematian.
5) Menghubungkan dengan tempat komunikator berpidato. Tempat berlangsungnya pertemuan seperti bangunan, lapang, taman, dan sebagainya. Dapat dijadikan dasar pembukaan pidato. Yang dihubungkan ialah kejadian historis, fungsi, atau hal-hal lain yang relevan dengan pokok pembicaraan.
6) Menghubungkan dengan suasana emosi (mood) yang tengah meliputi khalayak. Suasana riang dan suasana sedih memerlukan cara pembukaan yang berbeda. Dengan mendasari pidato kita pada suasana emosi khalayak, mereka dapat dibawa dengan mudah kepada gagasan kita sendiri.
7) Menghubungkan dengan kejadian sejarah yang terjadi di masa lalu. Bila kita ingin menunjukkan pentingnya persoalan yang dikemukakan, atau perkembangan yang telah dicapai.
8) Menghubungkan dengan kepentingan vital pendengaran. Dengan menghubungkan pokok pembicaraan pada hal-hal penting dalam kehidupan pendengaran atau pada khalayak akan terlibat langsung dalam pembicaraan.
9) Memberikan pujian pada khalayak atas prestasi mereka. Bila khalayak memiliki keistimewaan tertentu atau telah melakukan usaha yang dapat dibanggakan, pembukaan dengan menyebut keistimewaan tersebut akan menyenangkan mereka.
B. Cara menutup pidato
Membuka dan menutup pidato merupakan bagian-bagian yang mentukan. Bila permulaan pidato harus dapat mengantarkan pikiran dan menambatkan perhatian kepada pokok pembicaraan, maka penutup pidato harus dapat memfokuskan pikiran dan perasaan khalayak pada gagasan utama atau kesimpulan penting dan seluruh isi pidato. Oleh karena itu penutup pidato harus dapat menjelaskan seluruh tujuan komposisi, memperkuan daya persuasi, mendorong pemikiran dan tindakan yang diharapkan, menciptakan klimaks dan menimbulkan kesan terakhir yang positif. Ada bebera cara menutup pidato, diantaranya :
a) Menyimpulkan atau mengemukakan ikhtisar pembicaraan, manusia itu sanggup mengingat banyak hal, tetapi hanya sanggup mengingat jelas beberapa hal saja, oleh karena itu menutup pidato disebutkan hal-hal yang dianggap penting.
b) Menyatakan kembali gagasan utama dengan kalimat dan kata yang berbeda.
c) Mendorong khalayak untuk bertindak (appeal of action) tindakan ini bisa berupa respon pisik atau rerpon lainnya.
d) Menceritakan contoh yang berupa ilustrasi dari tema pembicaraan dan memuji serta menghargai khalayak.
e) Mengatakan kutipan sajak, kitab suci, peribahasa, atau ucapan ahli kutipan dapat menambah keindahan komposisi, asalkan kutipan itu ada kaitannya dengan tema yang di bicarakan.
Masih banyak lagi cara menutup suatu pidato dengan mengetahui tekhnik-tekhnik pidato ini tapi pada akhirnya mutu tekhnik-tekhnik itu bergabung kepada kreatifitas dari masing-masing pembicaraan.
BAB III
KESIMPULAN
Tekhnis – tekhnis pembukaan pidato :
1) Langsung menyebutkan pokok persoalan
2) Melukiskan latar belakang masalah
3) Menghubungkan dengan peristiwa.
4) Menghubungkan dengan peristiw yang sedang diperinati.
5) Menghubungkan dengan tempat komunikator berpidato.
6) Dll.
Tekhnis – tekhnis menutup pidato :
1) Menyimpulkan atau mengemukakan ikhtisar pembicaraan.
2) Menyatakan kembali gagasan utama dengan kalimat dan kata yang berbeda.
3) Mendorong khalayak untuk bertindak.
4) Menceritakan contoh yang berupa ilustrasi dari tema pembicaraan dan memuji serta menghargai khalayak.
5) Mengatakan kutipan sajak, kitab suci, peribahasa, atau ucapan ahli kutipan dapat menambah keindahan komposisi, asalkan kutipan itu ada kaitannya dengan tema yang di bicarakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar