perkembangan Manajemen Strategi.
Model manajemen strategi yang canggih seperti kita jumpai sekarang ini, dengan komponen pokok. Tidak begitu saja muncul sekali jadi, pada mulannya pemikiran strategi dalam pengelolahan perusahaan amat sederhana sesuai dengan lingkungan bisnis yang mempengaruhinya.
Ketika lingkungan bisnis cenderung stabil dan selalau seirama dengan kepentingan perusahaan maka model perencanaan strategi yang ada amat sederhana. Manajemen strategi tidak saja dituntut untuk mengatasipasi masa depan, tetapi bahkan juga diminta untuk mempengaruhi masa depan itu sendiri.
Dangan penyederhanaan yang agak berlebihan, sejarah pekembangan manajemen strategi, dengan menggunakan tolak ukur waktu dinegara maju, dapat dikelompokkan dalam empat tahap berikut ini:
a) Anggaran dan pengawasan keuangaan.
b) Perencanaan jangka panjang.
c) Perancaan stretegi perusahaan.
d) Manajemen strategi.
II. Manajemen Strategi Dahulu dan Sekarang.
Peran manajemen strategi mengalami pasang surut. Ketika pertama kali diperkenalkan, manajemen menganggap sebagai alat bantu utama pengambilan keputusan manajerial. Sejak pertengahan dasawarsa tujuh puluhan sampai dengan awal pertengahan awal delapan puluhan, manajemen stretegi dalam masa transisi.
Ketika itu, sebagian manajemen sedang mempertanyakan ulang kontribusi yang diperoleh dari manajemen strategi akan tetapi disaat yang sama, manajemen strategi juga sedang mencari betuk barunya untuk memenuhi tantangan tersebut. Perubahan peran ini hamper sepenuhnya terjadi karena sulitnya orang melakukan prediksi lingkungan bisnis yang pada ujungnya mempengaruhi drajat kesulitan eksikusi strategi yang telah di rencanakan. Jarak antara rumusan dan implementasi semakin jauh.
III. Penembangan Organisasi Dalam Implementasi Menejemen Setrategik Dilingkungan Organisasi Non Profit.
Dalam kenyataanya terlihat gejalah bahwa factor utama yang mempengaruhi keberhasilan pengimplementasian manajemen dengan pola yang manapun juga sebenarnya teletak pada kondisi organisasi yang mengimplementasikannya.Untuk kondisi organisasi yang dimaksudkan, baik lingkungan yang bersifat profit maupun non profit, secara mendasar dapat dikelompok menjadi dua klasifikasi, yang terdiri dari :
1) Organisasi yang baik atau sehat ( good organization ).
2) Organusasi yang buruk atau tidak sehat ( bad organization )
Kondisi organisasi tersebut diatas sangat besar pengaruhnya pada kegiatan pengembangan organisasi termasuk juga dilingkungan organisasi non profit yang mengimplementasikan manajemen strategi.
Berdasarkan uraian diatas berikutnya akan difokuskan pada usaha memahami kegiatan pengembangan organisasi untuk mewujudkan organisasi non profityang lebih baik dari kondisi sekarang, agar pengimplementasian manajemen khususnya manajemen strategi dapat dilakukan secara maksimal.
A. Pengertian Pengembangan Organisasi (PO).
Untuk memahami pengertian pengembangan organisasi berikut ini akan ditelusuri beberapa pendapat didalam literature yang relepan dari Negara maju dan moderen (Negara-negara industri).
1) Fred Luthans menyatakan bahwa pengembangan organisasi adalah “ pendekatan moderen dalam manajemen terdapat perubahan dan perkembangan organisasi dari sudut sumber daya manusia.”
SDM dikatagorikan sebagai factor sentral, karena aksisten organisasi tergantung pada perubahan dan perkembangan kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan sebagai misa untuk mencapai tujuan strategi dan mewujudkan visi organisasinya dimasa depan.
2) Wareen G. bennis mengatakan bahwa PO merupakan respon terhadap perubahan, yang berhubungan dari segi pendidikan yang komplit untuk merubah keyakinan, sikap, nilai-nilai dan struktur organisasi,agar mampu mengadaptasi secara baik teknologi baru. Perubahan masyarakat yang dilayani, dan tantangan-tantangan didalam perubahan yang rumit tersebut.
3) Wendel L. French dan Cecil H. bell, jr yang mengatakan bahwa PO adalah usaha jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan sebuah organisasi dalam memecahan masalah, dan proses pembaharuan. Terutama melalui mmanajemen dan kerja sama yang lebih efektif sebagai budaya yang dikembangkan dalam organisasi.
4) W. Warner Burke mengatakan bahwa PO adalah proses merancang (perencanaan)perubahan budaya organisasi dengan mempergunakan ilmu tentang prilaku tekhnologi (behavioral science of tecnologi). Penelitian dan teori-teori yang relevan.
Dari beberapa pengertian di atas dapat diidentifikasi beberapa karakteristik PO, sebagai kegiatan manajemen untuk mewujudkan organisasi yang lebih sehat. Karakteristik tersebut adalah.:
a) PO diawali dengan merumuskan perencanaan perubahan.
b) Perubahan harus bersifat komprehensif.
c) Perubahan jangka panjang dan berkelanjutan.
d) Berfokus pada kerjasama tim kerja (team work).
e) Bekerja secara ilmiah dengan memanfaatkan penelitian serapan.
f) PO bersifat interfensi.
g) Penyertaan agen perubahan (change agent).
B Tujuan pengembangan organisasi (PO).
Dari uraian-uraian sebelumnya jeles bahwa focus kegiatan PO adalah melakuakan adaptasi perubahan lingkungan melalui peningkatan kualitas SDM, unntuk mewujudkan organisasi yang lebih sehat atau baik dari kondisi sebelumnya.
Dengan demikian tujuan PO adalah untuk menerapkan inovasi baru, yang belum didayagunakan dilingkungan sebuah organisasi. Sebagai perubahan dan pengembangan yang dapat meningkatkan kemampuan organisasi dalam mewujudkan eksistensinya sebagai organisasi yang semakin baik dari kondisi yang sebelumnya.
Tujuan umum ini berfokus pada peningkatan kemampuan organisasi melalui peningkatan kemampuan SDM dalam semua aspek kehidupan organisasi. Agar menjadi organisasi yang semakin baik.
Dan dengan memperhatikan cakupan PO yang menyentuh seluruh aspek kehidupan organisasi, berarti tujuan PO adalah.:
1. Mengubah dan mengembangkan perspektif organisasi, melalui usaha memperluas wawasan SDM.Perubahan dan pengembangan itu berkenaan dengan aspek-aspek sebagai berikut.:
a) Meningkatkan kesabaran pada perubahan nilai-nilai dari masa ke masa.
b) Meningkat5kan kemampuan melakukan kegiatan organisasi sesuai dengan nilai-nilai baru dijamannya.
c) Meningkatkan kemampuan mewujudkan nilai-nilai baku dalam kehidupan organisasi.
d) Mengembangkan penghayatan, keperdulian dan kepekaan (sensitifitas) pada nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat yuniversal.
e) Menetapkan dan mengembangkan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai sosial.
2. Meningkatkan kemampuan mengadaptasi perubahan tehnologi.
3. Meningkatkan keterampilan atau keahlian dan pengetahuan.
4. Pengembangn kemampuan meningkatkan produktifitas dan pelayanan umum yang berkualitas.
5. Peningkatan kemampuan pengdaptasian perubahan sosial.
C. Ruang lingkup pengembangan organisasi.
Usaha mewujudkan organisasi yang lebih baik sebagai kegiatan PO. Ketergantungan pada kegiatan SDM yang terus menerus mengembangkan dan meningkatkan diri sesuai dengan perubahan yang terjadi dilingkungannya, ruang lingkup kegiatan tersebut adalah.:
a) Mengatasi sentralisasi yang berlebih-lebihan.
b) Mencegah keterlambatan dan penundaan pengambilan keputusan.
c) Mewujudkan kemampuan, melaksanakan control, dan pengendalian sebagai system.
d) Meningkatkan kemampuan manajerial.
e) Meningkatkan kemampuan,dan melakukan kordinasi.
f) Meningkatkan keterampilan untuk keahlian kerja.
g) Perbaikan kondisi kualitas kehidupan kerja (qualiti of work life disingkat QWL ).
h) Kebanggaan kepada organisasi.
i) Meningkatkan kemampuan menjaring, mengelola, dan menggunakan informasi umpan balik.
j) Peningkatan sensitivitas SDM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar