JENIS JENIS LAPORAN KEUANGAN PADA LEMBAGA PENGELOLAAN ZAKAT
Input
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntasi, yang dimulai dari pencatatan transaksi. laporan keuangan yang kita bahas dalam makalah ini lahir melalui sistem akuntasi, Proses akuntas, siklus atau prosedur akuntasi. Untuk mengetahui bagaimana proses lahirnya laporan akuntasi maka di bawah ini akan di jelaskan mulai dari adanya transaksi sebagai input sampai lahir laporan keuangan sebagai output. Hal ini dapat diliha dari gambar sebagai berikut
![]()
![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
Output
![]()
![]()
Jenis laporan keuangan laporan keuangan adalah merupakan produk atau hasil akhir dari suatu proses akuntasi. Laporan keuangan inilah yang menjadi bahan informasi bagi para pemakainya sebagai salah satu bahan dalam proses pengambilan keputusan. Di sampinng sebgai informasi laporan keuangan juga sebagai pertanggung jawaban. Dan juga dapat menggambarkan indikator kesuksesan suatu perusahaan mencapai tujuan.
Laporan keuangan sebenarnya banyak namun dalam akuntasi keuangan pada organisasi pengelolaan zakat ada empat laporan yang harus dikerjakan divisi laporan keuangan, yaitu:
1. Naraca
2. Laporan sumber dan penggunaan dana (LSPD)
3. Laporan arus kas
4. Catatan atas laporan keuanga
a) Neraca
Neraca adalah suatu daftar yang disusun secara sistematis untuk menyajikan keadaan posisi keuangan pada saat tertentu dengan cara menginformasikan keadaan harta(aktiva), utang,modal, serta penjelasanya. Neraca yang menggambarkan posisi keuangan pengololaan zakat pada suatu tangat tertentu. Neraca di sini merupakan suatu keseimbangan keuangan antara harta dan kewajiban (baik kepada pemilik maupun kepada pihak ketiga/lain). Oleh karena itu, komponen laporan naraca adalah : Harta, Utang, Penyertaan. Dalam akuntasi, neraca menganut keseimbangan antara harta dan kewajiban,
| Nama Akun | Jumlah (Rp) | Nama Akun | Jumlah (Rp) |
| AKTIVA | | PASIVA | 4.500.000 |
| Kas | 12.500.000 | Utang Usaha | 1.500.00 |
| Piutang usaha | 6.750.000 | Utang Pajak | 192.750.000 |
| Persediaan barang jadi | 44.750.000 | Modal | |
| Surat berharga | 12.000.000 | | |
| Persediaan bahan baku | 23.000.000 | | |
| Persediaan bahan penolong | 1.250.000 | | |
| Persediaan perlengkapan | 5.00.000 | | |
| Investasi dalam obligasi | 6.000.000 | | |
| Investasi dalam saham | 15.000.000 | | |
| Peralatan pabrik | 50.000.000 | | |
| Akum. Penyusutan | 250.00.000 | | |
| Tanah dan bangunan | 45000000 | | |
| Akum. Peny. Bangunan | 9.000.000 | | |
| Perabotan | 12.000.000 | | |
| Akum penyusutan | 6.000.000 | | |
| Hak cipta | 4.000.000 | | |
| Biaya pendirian | 6.000.000 | | |
| Total aktiva | 198.750.000 | Total Pasiva | 198.750.000 |
Contoh :
Harta merupakan manfaat ekonomis mendatang yang di peroleh, dan di kendalikan oleh kesatuan ekonomi tertentu akibat transaksi atau peristiwa yang lalu. Pengertian ini memberikan gambaran bahwa suatu itu dinyatakan aktiva apabila (1)mempunyai manfaat ekonomis pada masa yang akan datang, dan (2) dikendalikan atau telah dimiliki oleh kesatuan ekonomi. Secara teknis, aktiva adalah suatu atau hak yang dimiliki oleh seseorang atau kesatuan usahan yang diukur dalam satuan uang, baik yang tampak (tangible) atau tidak tampak (intangible)Harta diklasifikasikan menjadi harta lancar (current assets), yang terdiri dari kas, piutang, investasi jangka pendek, persdian barang, biaya yang dibayar dimuka, dan pendpatan yang masih harus diterima. 2. Investas jangka panjang (long investment), harta tetap (fixed assets), dan harta lainya, yang juga termasuk harta tidak terwujud, misalnya biaya yang ditangguhkan(deffered charge), hak paten, merek dagang, dll
b) Laporan sumber penggunaan dana.
Laporan ini disebut juga laporan perubahan posisi keuangan atau fund statment. Disini dimuat sumber dan pengeluaran dana perusahaan selama satu periode pengertian dana disini dapat dibagi dua: a. Dana dalam arti kas, b. Dana dalam arti modal kerja
c) Laporan Arus Kas.
Laporan arus kas yang menggambarkan arus kas perusahaan selama satu periode tertentu dimana transaksi kas dikelompokan pada :
a. Transaksi kegiatan operasi
b. Transaksi kegiatan pembiayaan
c. Transaksi kegiatan investasi
ARUS KAS BIDANG PRODUKTIF
Priode 1 Januari / 31 Desember 2003
Arus Kas dari Aktiva Oprasi
Penerimaan kas dari piutang Qardhul hasan (masyarakat) : Rp. 823.691.089.00
penerimaan kas dari piutang Qardhul hasan (karyawan) : Rp.328.501.00
Penerimaan kas dari piutang mudharabah :Rp.65.834.030.00
Penerimaan bagi hasil dana mudharabah : Rp.163.975.013.88
penyaluran dana kepada BMT : RP.690.000.000.00
Penyaluran piutang Qardhul hasan (masyarakat) : Rp. 854.528.000.00
penyaluran piutang Qardhul hasan (karyawan) Rp. 402.550.000.00
pengeluaran kas untuk personalia dan umum : Rp.163.479.662.01
kas dari pendapatan jasa giro Rp. 25.248.743.00
kas bersih yang diterima : Rp. 703.307.786.13.00
d) Catatan atas laporan keuangan.
Catatan ini merupakan penjelasan lebih rinci dari laporan keuangan. Informasi yang tidak dapat di ungkapkan di batang tubuh laporan keuangan yang sangat terbatas itu dapat dimuat dalam bentuk catatan penjelasan laporan keuangan ini.
Sejak tahun 1930 penekanan utama akuntasi adalah pada orientasi pengukuran dan pengakuan pendapat (Income Statement). Namun menurut kerangka konsep yang di kembangkan FASB yang berdiri tahun 1973 penekanan akuntasi bergerak kepada orientasi Asset liability. Kemudian setelah keluarnya FASB statment no 95 dan perkembangan yang sangat cepat kepada konsep cash flow accounting maka penekanan akuntasi mengara kepada orientasi arus kas.
2 komentar:
minta refrensinya dong bang,,!!! cos ini kan bukan tulisan atau karya ilmiah antum sendiri pasti dari baca2 atau makalah dihttp://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/102.gif MD,,,!!!http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/24.gif
maaf ru les... iya nih hampir semua'a data waktu persentasi dulu blm paham msk2in referensi'a... tulis aja alamat blog'a en tanggal brp'a bwt dt fotnote
Posting Komentar