Selasa, 12 Mei 2009

Macam-Macam Pengawasan

Macam-Macam Pengawasan dan ....

Pengawasan adalah salah satu dari fungsi pemimpin, yang merupakan pedoman yang perlu diikuti agar pelaksanaan fungsi pengawasan itu dapat benar-benar merealisasi apa yang menjadi tujuan. Menerapkan prinsip-prinsip pengawasan dengan baik, akan mengefektifkan pengawasan dalam pelaksanaannya. Keadaan dalam praktek menunjukkan bahwa berbagai macam bidang yang diawasi.

Perencanaan berhubungan erat dengan fungsi pengawasan karena dapat dikatakan rencana itulah sebagai standar atau alat pengawasan bagi pekerjaan yang sedang dikerjakan.

Jelas kiranya, dari berbagai batasan pengawasan di atas bahwa tujuan utama dari pengawasan ialah nengusahakan agar apa yang direncanakan menjadi kenyataan.

Macam-macam (jenis-jenis) pengawasan.

Berbagai macam pendapat tentang macam-macam pengawasan. Terjadinya perbedaan pendapat tersebut, terutama karena perbedaan sudut pandang atau dasar perbedaan jenis-jenis pengawasan itu. Ada empat dasar penggolongan macam pengawasan, yaitu :

a. Waktu pengawasan.

b. Objek pengawasan.

c. Subjek pengawasan.

d. Cara mengumpulkan fakta-fakta guna pengawasan.

a. Waktu pengawasan

berdasarkan bila pengasan dilakukan maka macam-macam pengawasan itu dibedakan atas: (a) pengawasan preventif dan (b) pengawasan repressif.

b. Objek Pengawasan.

Berdasarkan objek pengawasan, pengawasan dapat dibedakan atas pengawasan dibidang-bidang sebagai berikuat: (1) produksi, (2) keuangan, (3) waktu, dan (4) manusia dengan kegiatan-kegiatanya.

Kegiatan dakwah masuk pada pengawasan bidang ke empat yakni pengawasan bidang manusa dengan kegiatan-kegiatanya, pengawasan di bidang manusia dengan kegiatan-kegiatannya bertujuan untuk mengetahui apakan kegiatan-kegiatan dijalankan sesuai dengan inpstuksi, rencana tata kerja atau manuals.

Menurut Beishline, pengawasan berdasarkan objek pengawasan dapat dibedakan atas kontrol administratif dan kontrol operatif. Kontrol operatif untuk bagian terbesar berurusan dengan tindakan, akan tetapi kontrol administratif berurusan dengan tindakan pemikiran.

C. Subjek Pengawasan.

Bilamana mengawasan itu dibedbkan atas dasar penggolongan siapa yang mengadakan pengawasan, maka pengawasan itu dapat dibedakan atas (1) pengawasan intern dan pengawasan ektern. Dengan pengawasan intren dimaksud pengawasan yang dilakukan oleh atasan dari petugas bersangkutan. Oleh karena itu, pengawasan semacam ini disebut juga pengawasan vertikal atau formula. Pengawasan ekstern, bilamana orang-orang yang melakukan pengawasan itu adalah orang-orang diluar organisasi bersangkutan pengawasan jenis terakhir ini lazim pula disebut pengawasan sosial (social control) atau pengawasan informal.

D. Cara Mengumpulkan Fakta-fakta Guna Pengawasan

berdararkan cara bagaimana nengumpulkan fakta-fakta guna pengawasan, maka pengawasan itu dapat digolongkan atas

1. Personal observation.

2. Oral report.

3. Written report

4. Control by exception.

Langkah-langkah pengawasan( monitorin).

Monitoring dapat diartikan sebagai proses pemeriksaan dan usaha agar pelaksanaan program kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Berdasarkan pengertian tersebut, maka proses pengawasan itu terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menciptakan standar.

2. Membandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standar.

3. Melakukan tindakan koreksi.

· Tahap-tahap dalam proses pengawasan

proses tahapan pengawasan biasanya terdiri dari empat proses:

1. Perubahan dilingkungan organisasi, melalui fungsi pengawasan manajer mendeteksi perubahan-perubahan yang berpengaruh pada jasa organisasi, sehingga mampu menghadapi tentangan atau memanfaatkan kesempatan yang diciptakan perubahan-perubahan yang terjadi.

2. Peningkatan kompleksitas organisasi. Semakin besar organisasi maka semakin memerlukan pengawasan yang lebih formal atau hati-hati.

3. Kesalahan-kesalahan, sistem pengawasan memungkinkan manajer mendeteksi kesalahan-kesalahan tersebut sebelum menjadi kritis.

4. Kebutuhan manajer untuk menelegasikan wewenang bila manajer mendelegasikan wewenang kepada bawahan, tanggung jawab atas itu sendiri tidak berkurang. Satu tugas untuk dapat menentukan apakah bawahan telah melaksanakan tugas-tugas yang telah dilimpahkan.

Sistem Monitoring Kegiatan Dakwah

.monitoring pelaksanaan program atau kegiatan dakwah merupakan bagian dari fungsi manajemen yang ke empat yaitu pengawasan, dengan demikian sebuah lembaga dakwah dalam melaksanakan program-program dakwah baik dalam lingkup intern maupun eksteren, sealu berpedoman kepada kriteria-kriteria kegiatan yang akan dilakukan dalam bidang dakwah.

P p

Dalam rangka proses pengawasan dan penilaian pelaksanaan program dakwah sebuah lembaga dakwah harus menetapkan standar apakah pelaksanaan kegiatan dakwah berjalan dengan baik apa tidak.

Monitoring kegiatan dakwah berjalan pada saat pelaksanaan ataupun setelah pelaksanaan kegiatan, hal ini ditujukan untuk pengawasan dan monitoring kegiatan selanjutnya, dengan pengertian lain, pengawasan disamping ditujukan pada pelaksanaan kegiata

Tidak ada komentar: