Jumat, 03 September 2010

AYAT-AYAT TENTANG PELARANGAN RIBA

A. AYAT-AYAT TENTANG PELARANGAN RIBA
Nash al-Qur’an yang telah memberikan landasan dasar di dalam mengambil dalil untuk menghukumi atau menjustifikasi atas pelarangan riba dapat disandarkan pada surat:
Al-Baqarah (2): 275-279 ; Al-Imron (3): 130 ; An-Nisa’(4):161 ; Ar-Rum (30): 39
Al-Baqarah (2): 275-279

                      •                       •               •    •        •                                      •      
275. Orang-orang yang makan (mengambil) riba[174] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[175]. keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang Telah diambilnya dahulu[176] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
276. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah[177]. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa[178].
277. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
278. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.
279. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka Ketahuilah, bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

[174] Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya Karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. riba yang dimaksud dalam ayat Ini riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman Jahiliyah.
[175] Maksudnya: orang yang mengambil riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan.
[176] riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini, boleh tidak dikembalikan.
[177] yang dimaksud dengan memusnahkan riba ialah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. dan yang dimaksud dengan menyuburkan sedekah ialah memperkembangkan harta yang Telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya.
[178] maksudnya ialah orang-orang yang menghalalkan riba dan tetap melakukannya.

Al-Imron (3): 130
         •    
130. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda[228]] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
[228] yang dimaksud riba di sini ialah riba nasi'ah. menurut sebagian besar ulama bahwa riba nasi'ah itu selamanya Haram, walaupun tidak berlipat ganda. Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya Karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. riba yang dimaksud dalam ayat Ini riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman Jahiliyah.
An-Nisa’(4):161

       ••        
161. Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal Sesungguhnya mereka Telah dilarang daripadanya, dan Karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. kami Telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.
Ar-Rum (30): 39
       ••                
39. Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, Maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).






B. “Hadist-hadist rasulullah tentang pelarangan riba”

ﻋﻥ ﺍﺒﻲ ﻫﺮﯿﺮﺓ ﺮﻀﻲ ﺍﷲ ﻋﻧﻪ : ﻋﻥ ﺍﻠﻧﺒﻲ ﺺ ﻡ : ﺍﺠﺘﻧﺒﻮﺍ ﺍﻠﺴﺒﻊ ﺍﻠﻤﻮﺒﻗﺎ ﺕ, ﻗﺎ ﻠﻮﺍ ﻴﺎ ﺭ ﺴﻮﻝ ﺍﷲ ﻮﻤﺎ ﻫﻥ? ﻗﺎﻝ: ﺍﻠﺸﺭ ﻚ ﺑﺎ ﷲ, ﻮﺍﻠﺴﺤﺭ, ﻮﻗﺗﻝ ﺍﻠﻔﺱ ﺍﻠﺗﻲ ﺤﺭﻡ ﺍﷲ ﺍﻻ ﺑﺎ ﻠﺤﻕ , ﻭ ﺍﻜﻝ ﺍﻠﺭ ﺑﺎ, ﻭ ﺍﻜﻝ ﻣﺎﻝ ﺍﻠﻴﺗﯿﻢ, ﻭﺗﻭﻠﻲ ﻴﻭﻢ ﺍﻠﺯﺤﻑ, ﻭﻗﺪ ﻒ ﺍﻠﻤﺤﺻﻧﺎﺖ ﺍﻠﻤﺆ ﻤﻧﺎﺖ ﺍﻠﻌﺎ ﻓﻼﺖ
Artinya: dari abu hurairah radiyahu anhu’dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau berkata: jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang menghancurkan: mereka (para sahabat) berkata: wahai rasulullah, apa tujuh perkara itu? Beliau bersabda: “mempersekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali yang hak., memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan pertempuran, dan menuduh wanita mukminah yng suci berbuat zina. (HR. Bukhori)

ﻋﻦ ﺠﺎ ﺑﺭ ﺮﻀﻲ ﺍﷲ ﻋﻧﻪ ﻗﺎﻝ : ﻠﻌﻦ ﺭﺴﻭﻞ ﺍﷲ ﺹﻡ ﺍﻜﻝ ﺍﻠﺭﺑﺎ, ﻭﻤﻛﻠﻪ, ﻭﻜﺗﺑﻪ, ﻭﺷﺎﻫﺩﻳﻪ, ﻭﻗﺎﻝ : ﻫﻡ ﺴﻭﺍء.

Artinya: Dari jabir radiyahu anhu’berkata: Rasulullah SAW mengutuk orang yang menerima riba, orang yang membayarnya, dan orang yang mencatatnya, dan dua orang saksinya, dan beliau bersbda, “meraka itu semuanya sama”(HR. Muslim).
Bahayanya riba terhadap jiwa
Bahwa riba itu dapat menimbulkan perasaan egoisme pelakunya. Disamping itu, peraktik riba juga dapat menghilangkan jiwa pengorbanan dan megutamakan orang lain. Selain itu, praktik riba juga dapat menghilangkan perasaan cinta terhadap kebajikan dan perasaan social. Karena hobinya hanya mengumpulkan harta dan memeras harta orang lain.

Tidak ada komentar: