PUASA SUNNAT
Dalam ajaran islam, puasa mempunyai kedudukan yang tinggi, karena disamping sebagai ibadah wajib yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, juga mengandung banyak hikmah yang berkaitan dengan rohani dan jasmani. Oleh sebab itu, disamping puasa wajib di bulan Ramadhan, disyariatkan beberapa macam puasa sunat di luar ramadhan, yaitu:
a. Puasa enam hari bulan syawal
Sebagaimana disyariatkan berdasarkan hadits Nabi SAW. Berikut:
عن أيو ب قا ل ر سو ل ا لله صلى ا لله عليه و سلم مَنٍِِْ صَامَ رَمَضَانَ
ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتَّا مِنْ سَـوَّا لٍ كـاَنَ كَصِيَـامِ الدَّ هْـرِ . رواه مسلـم
Dari Abi Ayyub r.a Rasulullah SAW. Bersabda: “Barang siapa puasa pada bulan Ramadhan kemudian ia puasa pula enam hari pada bulan syawal adalah sepeti puasa sepanjang masa.” (H.R MUSLIM).
Para ahli hadits memahami dan mengitkan hadits tersebut dengan hadits yamg menerangkan bahwa satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Jadi satu bulan berpuasa pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan sepuluh bulan berpuasa di luar Ramadhan, dan enam hari berpuasa pada bulan syawal sama nilainya dengan dua bulan. Jadi puasanya separti 12 bulan (1thn).
b. Puasa hari Senin dan Kamis, sebagaimana dianjurkan Nabi SAW melalui sabdanya:
عن عا ءشة ر ضي ا لله عنها كَانَ النبي صلى الله عليه و سلم يَتَحَرَّ
صِيَا مَ الإِ ثَنَـيْنِ وَالْخَمْسِ . رواه أ بو داود
Dari Aisyah ra., bahwa nabi saw. Memilih waktu puasa pada hari senin dan heri kamis. (HR Abu Daud).
c. Puasa pada hari ‘Arafah (9 Zulhijjah) bagi yang tidak sedang haji, sedangkan bagi orang yang haji puasa itu tidak disunnatkan, sebagaimana diterangkan dalam hadits tersebut:
عن أ بى قتادة أن النبي صـلى الله عليه وسلم قال مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ
أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ مِنَ النَّار مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ. رواه مسلم
Dari Abi Qatadah, Nabi saw. Bersabda: Tiadalah dari hari yang paling banyak Allah membebaskan hambanya dari api neraka selain hari ‘Arafah. (HR. Muslim)
d. Puasa tiga hari setiap bulan, yaitu pada hari 13,14,15. tapi bila dilaksanakan pada selain hari-hari tersebut dipandang sah. Nabi SAW bersabda:
عن أبى ذَرًّ فال رسول الله صلى الله عليه وسلم يَاأَبَا ذَرًّ إِ ذَا صُمْتَ مِنَالـشَّهْر ثَلأَثَةً فَثَمَّ ثَلأَ ثةعَشَرَةٍ وَأَرْبَعُ عَشَرَةٍ وَ خَمْـسُ عشَرََةٍ .
رواه أحمد والنسائ
Dari Abu Zarr, Nabi SAW. Bersabda:”Hai Abu Zarr, apabila engkau hendak puasa pada hari ke 13,14, dan 15.” ?(HR Ahmad dan Nasa’i)
e. Puasa hari ke-9 pada bulan Muharram, sebagaimana dijelaskan pada hadits:
عن ابن عباس رضي الله عنه لَـوْ بَقِـيَـتْ عَلـَى قَابِلٍ لأصُوْ مَنَّ التَّـسْعَ وَالعَاشِرَ. رواه مسلم
Dari aiabn Abbas, berkata: “jika aku masih hidup sampai masa (bulan)
depan, aku akn melaksanakan puasa pada hari yang ke-9 dan 10 (muharam).” (HR Muslim).
f. Puasa pada hari ‘Asyura (10 Muharan), sesuai dengan hadits Nabi saw
berikut:
عن قتادة قال ر سـول الله صلى الله عليه و سـلم صَوْمُ يَوْمِ عَشُوْ رَاءَ
يُكـَفَّرُ سَنَةً مَا ضِيَةً . رواخ الخمسة
Dari Abi Qatadah, Rasulullah SAW. bersabda: ”puas hari Asyura itu menghapuskan dosa satu tahun yang telah lalu.” (HR Muslim)
g. Puasa bulan Sya’ban. Dalam hal ini Nabi SAW. bersabda:
عن عائشة رضي الله عنهـا قالت لَمْ يَكُن النبي صلى الله عليه وسلم
يَصُوْمُ أكْـثَـرَ مِنَ الشَّعْبَانِ. رواه الخمسة
Dari Aisyah, berkata: “Nabi tidak berpuasa lebih banyak selain dari pada bulan sya’ban.” (HR Al-Khamsah).
h. Puasa delapan hari bulan Zulhijjah sebelum hari arafah. Puasa ini dianjurkan baik kepada orang yang sedang haji maupun yang bukan sedang melaksanakan haji , karena dalam sebuah riwayat yang diterima dari Hafsha diterangkan bahwa amal yang dilaksanakan 10 hari awal Zulhijjah mempunyai keutamaan, termasuk kedalamannya amal ibadah puasa (HR Abu Daud dan Nasa’i).
i. Puasa pada bulan-bulan yang terhormat (al-asyhar al-harum), yaitu bulan Zulqaidah, Zulhijjah, Muharam dan Rajab. Dalam hal ini Nabi SAW. bersabda:
عن أبى هرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسـلم
قال أَفْضَلُ الصَّلأةِ بَعْدَ الْمضكْتُوْ بَةِ جَوْفُ الليل وَأفْضَلُ الصَّيَامِ
بَعْدَ رَمَضَانَ شَْرُ اللهِ الْمُحْتَرَمُ. رواه مسلم
Dari Abi Hurairah ra., sesungguhnya Nabi SAW. bersabda: “shalat yang paling baik setelah shalat yang diwajibkan adalah shalat tengah malam dan puasa yang lebih baik setelah bulan Ramahan ialah puasa pada bulan-bulan terhormat.” (HR Muslim)
Menurut ahli fiqh Hanafiyah puasa yang dianjurkan itu adalah tiga hari setiap bulan tersebut, yaitu hari kamis, Jum’at dan sabtu.
Di susun oleh :
☻ Noer Komala Sari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar